MotoGP Ubah Regulasi 2027: Practice Start di Pitlane Dilarang, Batas RPM Dipertegas

- Penulis Berita

Rabu, 23 September 2026 - 22:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembalap Ducati Francesco Bagnaia. Foto: motogp

Pembalap Ducati Francesco Bagnaia. Foto: motogp

SATUSPORT – Komisi Grand Prix resmi menetapkan sejumlah perubahan regulasi untuk FIM Grand Prix World Championship. Keputusan tersebut mencakup aturan practice start, regulasi teknis Moto2, batas RPM MotoGP, hingga penggunaan bahan bakar non-fosil.

Komisi Grand Prix terdiri dari Paul Duparc dari FIM, Mike Webb dari IRTA, Biense Bierma dari MSMA, serta Carmelo Ezpeleta dari MotoGP SEG. Presiden FIM Jorge Viegas dan sejumlah petinggi teknis juga turut mendampingi pembahasan tersebut.

Beberapa aturan langsung berlaku, sedangkan perubahan lainnya akan diterapkan mulai musim 2027 dan 2028. Berikut sejumlah poin penting dari keputusan terbaru tersebut.

Practice Start di Pitlane Resmi Dilarang

Komisi Grand Prix memutuskan untuk melarang praktik start di area pintu keluar pitlane pada seluruh sirkuit mulai musim 2027.

Sebelumnya, pembalap masih diperbolehkan melakukan practice start di sekitar 30 persen sirkuit yang masuk kalender balap. Namun, kondisi tersebut kini berubah.

Seluruh sirkuit sudah memiliki area khusus practice start zone. Selain itu, MotoGP juga menyediakan sesi latihan start khusus dalam setiap Grand Prix.

Dengan fasilitas tersebut, Komisi Grand Prix menilai latihan start di pintu keluar pitlane tidak lagi diperlukan.

Karena itu, mulai musim 2027, seluruh pembalap harus melakukan latihan start di area yang telah ditentukan dan tidak lagi menggunakan pintu keluar pitlane.

Aturan Baru untuk Moto2 pada 2027

Moto2 juga akan mengalami perubahan teknis besar pada musim 2027. Triumph sebagai pemasok mesin resmi Moto2 akan menghadirkan mesin dengan spesifikasi baru.

Perubahan mesin tersebut membuat para produsen sasis harus mengembangkan kombinasi baru. Komisi Grand Prix kemudian menetapkan sejumlah aturan untuk mengatur proses transisi tersebut.

Pertama, seluruh tim Moto2 akan mengawali musim 2027 tanpa membawa poin konsesi. Peringkat konsesi dan hak terkait akan mendapatkan evaluasi pertama pada pertengahan musim.

Kedua, setiap produsen sasis mendapat kesempatan melakukan satu kali pembaruan terhadap sasis atau swingarm selama musim berlangsung.

Kebijakan tersebut muncul karena waktu pengujian pramusim untuk kombinasi mesin dan sasis baru cukup terbatas. Dengan demikian, produsen tetap memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian setelah kompetisi berjalan.

Komisi Grand Prix juga menetapkan pengendalian biaya untuk komponen aerodinamika. Desain body aerodinamika akan dibekukan berdasarkan desain yang digunakan pada 2026.

Selain itu, jumlah desain lama yang dapat digunakan juga dibatasi. Langkah tersebut bertujuan mengendalikan biaya pengembangan komponen aerodinamika Moto2.

Batas RPM MotoGP Dipertegas dalam Regulasi

Komisi Grand Prix turut memperjelas aturan mengenai batas putaran mesin MotoGP.

Batas maksimal 20.000 RPM yang sebelumnya sudah tercantum dalam perangkat lunak ECU kini secara resmi masuk ke dalam teks regulasi kelas MotoGP.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum yang lebih jelas terkait batas putaran mesin.

Formula aturan tersebut juga disusun agar sesuai dengan regulasi teknis yang berlaku di kelas Moto3.

Berbeda dengan sejumlah perubahan lainnya, aturan mengenai batas RPM ini langsung berlaku setelah keputusan regulasi terbaru ditetapkan.

Bahan Bakar Non-Fosil 100 Persen Ditunda

Perubahan berikutnya berkaitan dengan rencana penggunaan bahan bakar terbarukan 100 persen non-fosil di Moto2 dan Moto3.

Penerapan bahan bakar tersebut kini ditunda hingga musim 2028. Keputusan ini diambil untuk menjaga kesinambungan proses penyesuaian teknis pada kedua kelas.

Moto2 terlebih dahulu akan memasuki perubahan besar pada 2027. Pada musim tersebut, kelas ini akan menggunakan mesin Triumph dengan spesifikasi baru.

Sementara itu, Moto3 dijadwalkan memperkenalkan jajaran motor dan perangkat baru pada 2028.

Karena itu, penerapan bahan bakar 100 persen non-fosil pada Moto3 akan dilakukan bersamaan dengan kehadiran motor baru pada 2028.

Penyesuaian tersebut diharapkan membuat proses transisi berjalan lebih terintegrasi. Dengan demikian, perubahan bahan bakar tidak harus berlangsung terpisah dari perubahan besar pada spesifikasi teknis masing-masing kelas.

Keputusan Komisi Grand Prix tersebut menunjukkan adanya sejumlah penyesuaian regulasi untuk menjaga aspek teknis, biaya, keselamatan, dan kesinambungan pengembangan di MotoGP, Moto2, serta Moto3.

(ris/rey)

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:00 WIB

MotoGP Ubah Regulasi 2027: Practice Start di Pitlane Dilarang, Batas RPM Dipertegas

Berita Terbaru