SATUSPORT – AC Milan meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu Lecce pada pekan kelima Serie A 2026-27. Bermain di San Siro, Senin (21/9/2026) dini hari WIB, Rossoneri menutup pertandingan dengan skor 3-0.
Christian Pulisic membuka keunggulan AC Milan pada menit ke-14. Setelah itu, Adrien Rabiot menggandakan skor pada menit ke-61 sebelum Diego Moreira memastikan kemenangan tiga gol tanpa balas pada menit ke-73.
Hasil ini menjadi respons penting bagi Milan setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Rossoneri pun mendapatkan tambahan momentum sebelum kompetisi memasuki jeda internasional.
Dalam pertandingan tersebut, Luka Modric kembali menunjukkan pengaruhnya di lini tengah. Pulisic juga memberikan kontribusi besar, sedangkan Rabiot tampil efektif dalam membantu serangan Milan.
Modric Kembali Jadi Pengatur Permainan
Luka Modric menghadapi pertandingan ini dengan sejumlah pertanyaan mengenai kondisi fisiknya. Gelandang asal Kroasia tersebut kini berusia 41 tahun dan harus menghadapi jadwal padat dengan dua pertandingan setiap pekan.
Meski demikian, pelatih Ruben Amorim tetap memberikan kepercayaan kepada Modric untuk tampil sejak menit awal. Keputusan tersebut terbukti tepat karena pengalaman sang gelandang membantu Milan mengontrol permainan.
Lecce tidak memberikan tekanan tinggi ketika Milan menguasai bola. Situasi itu memberikan ruang bagi Modric untuk menunjukkan kemampuan teknisnya.
Mantan pemain Real Madrid tersebut mampu memanfaatkan ruang dengan baik. Operan-operan cepatnya membantu Milan melewati tekanan dan membuka jalur serangan dari lini tengah.
Pengalaman Modric juga membuat aliran bola Milan tetap terjaga. Ia mampu menentukan tempo permainan ketika Rossoneri mulai membangun serangan.
Rabiot Makin Berbahaya dari Lini Tengah
Modric mendapat dukungan dari Adrien Rabiot yang tampil lebih agresif. Gelandang tersebut lebih sering memanfaatkan ruang dan melakukan penetrasi menuju area pertahanan Lecce.
Rabiot akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-61. Ia memulai pergerakan dari sekitar 30 meter sebelum membangun kombinasi dengan Pulisic dan Goncalo Ramos.
Setelah menerima kembali bola dalam rangkaian serangan tersebut, Rabiot menyelesaikannya dengan tenang untuk membawa AC Milan unggul 2-0.
Penampilan tersebut memberikan gambaran mengenai posisi yang bisa membuat Rabiot lebih efektif. Setelah beberapa kali tampil kurang maksimal sebagai gelandang serang, ia terlihat lebih berbahaya ketika beroperasi dalam duet di lini tengah.
Peran tersebut memberikan ruang lebih luas bagi Rabiot untuk menggunakan kekuatan dan kecepatannya. Ia juga bisa melakukan penetrasi dari area yang lebih dalam.
Pulisic Langsung Beri Dampak
Christian Pulisic kembali masuk starting XI setelah beberapa pertandingan sebelumnya lebih sering memberikan kontribusi sebagai pemain pengganti. Ia baru kembali dari cedera dan mendapat kesempatan tampil sejak awal melawan Lecce.
Pulisic bermain bersama Alexis Saelemaekers di belakang Goncalo Ramos dalam struktur tiga pemain depan.
Pemain Timnas Amerika Serikat itu langsung menunjukkan pengaruhnya. Pada menit ke-14, Pulisic mencetak gol pembuka untuk membawa Milan unggul.
Gol tersebut berawal dari sentuhan pertama Pulisic ketika mengontrol umpan panjang Aleksandar Pavlovic. Setelah mendapatkan ruang, ia segera melepaskan tembakan kaki kiri untuk menaklukkan pertahanan Lecce.
Pulisic tidak berhenti setelah mencetak gol. Ia terus aktif dalam membangun serangan Milan sepanjang pertandingan.
Kreativitasnya kembali terlihat dalam proses gol kedua. Umpan tumit Pulisic membantu membuka rangkaian serangan yang kemudian diselesaikan Rabiot.
Penampilan tersebut memberikan alasan bagi Ruben Amorim untuk mempertahankan kombinasi pemain tersebut setelah jeda internasional.
Milan juga mendapatkan kabar positif terkait kondisi Pulisic. Mauricio Pochettino memutuskan meninggalkan sang pemain tetap berada di Milanello sehingga ia dapat melanjutkan proses menjaga kebugaran.
Kemenangan 3-0 atas Lecce akhirnya memberikan respons positif bagi AC Milan setelah kekalahan dari Benfica. Rossoneri juga mendapatkan modal penting untuk melanjutkan persaingan Serie A setelah jeda internasional.
Sumber: Sempre Milan
(ris/rey)
























